Cara Mandi Wajib yang Benar, Muslim Harus Tahu!

Cara Mandi Wajib yang Benar, Muslim Harus Tahu!

Cara mandi harus dikerjakan bagi umat Islam supaya bersih berasal dari hadas besar. Berbeda dengan mandi pada umumnya, mandi harus punyai langkah dan keputusan tertentu yang berdasarkan syariat Islam.
Sebagaimana ibadah yang lainnya, langkah mandi harus juga di awali dengan niat. Mandi harus dikerjakan supaya ibadah yang dikerjakan sesudah bersih berasal dari hadas besar sah.

Perintah melaksanakan mandi harus telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an di dalam potongan surah Al-Maidah Ayat 6, yang berbunyi:

… وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَٱطَّهَّرُوا۟…

“…wa ing kuntum junuban fattahharu…” tata cara mandi wajib

Artinya: “…dan kalau kamu junub maka mandilah…”.

Perintah mandi harus juga ditegaskan di dalam Surah An-nisa ayat 43 yang berarti sebagai berikut:

“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mendekati sholat, kala kamu di dalam situasi mabuk, supaya kamu tidak dapat paham apa yang kamu ucapkan. Dan janganlah kamu menghampiri masjid bila di dalam situasi junub, kalau hanya sekadar berlalu saja. Dan jangan di dalam situasi musafir atau sakit berasal dari daerah buang air kamu yang telah menyentuh perempuan, tetapi kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang suci. Sapulah mukamu dengan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun”.

Tata Cara Mandi Wajib
Cara mandi harus harus dikerjakan cocok dengan tuntunan agama. Berikut arahan langkah mandi harus yang dikutip berasal dari Ensiklopedi Fiqih Wanita Jilid 1 Karya Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim:

1. Membasuh kedua tangan tiga kali.
2. Membasuh kemaluan dengan tangan kiri, dan tidak harus memasukkan air ke di dalam keamaluan.
3. Berwudhu dengan prima seperti dapat melaksanakan sholat. Boleh mengakhirkan mencuci kaki hingga selesai mandi.
4. Mengalirkan air sebanyak tiga kali pada kepala hingga ke akar rambut.
5. Mengguyurkan air keseluruh badan di awali berasal dari anggota pinggir sebelah kanan lantas ke sebelah kiri.

Baca artikel detiksulsel, “Cara Mandi Wajib yang Benar, Muslim Harus Tahu!” selengkapnya https://www.detik.com/sulsel/berita/d-6156516/cara-mandi-wajib-yang-benar-muslim-harus-tahu.

Sebelum menjalankan tata langkah mandi harus di atas, seorang muslim atau muslimah harus membaca tekad mandi wajib. Niat disesuaikan berasal dari penyebab melaksanakan mandi wajib.

Adapun tekad langkah mandi harus sesudah haid atau nifas sebagai berikut:

 

“Nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbar minan nifasi fardhan lillahi ta’ala.”

Artinya: Dengan menyebut nama Allah aku tekad mandi untuk menghalau hadas besar berasal dari nifas, fardu sebab Allah Ta’ala.

Sementara tekad langkah mandi harus sesudah terkait intim dilafalkan seperti berikut:

“Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta’ala.”

Artinya: Dengan menyebut nama Allah aku punya niat mandi untuk bersihkan hadas besar berasal dari jinabah, fardu sebab Allah Ta’ala.

Cara Mandi Wajib, Hal-hal yang Menjadi Penyebab
Telah disebutkan, langkah mandi harus mempunyai tujuan untuk bersihkan diri berasal dari hadas besar. Ada beberapa situasi yang memicu umat muslim harus melaksanakan langkah mandi wajib.

Berikut hal-hal yang memicu seorang muslim atau muslimah harus melaksanakan langkah mandi harus dan penjelasannya:

1. Keluar Mani dengan Syahwat

 

Ketika seorang muslim atau muslimah mengeluarkan mani yang disertai dengan syahwat, maka harus hukumnya melaksanakan langkah mandi wajib. Hal ini berlaku baik di dalam situasi paham maupun tidak.

Sehingga langkah mandi harus juga harus dikerjakan oleh seseorang yang bermimpi jima’ dan menyaksikan mani. Ketika bangun, maka ia harus melaksanakan langkah mandi wajib.

2. Bersetubuh

Cara mandi harus sebuah keharusan bagi pasangan yang telah melaksanakan hubungan intim tau jima’. Hukum ini berlaku baik mengeluarkan air mani atau pun tidak.

Yang dimaksud dengan bersetubuh ialah bila bertemu dua khitan (kemaluan Laki-laki dan perempuan), yakni dengan memasukkan hasyafah (batasan zakar yang dikhitan) ke di dalam faraj.

3. Berhentinya Darah Haid dan Nifas

Saat wanita mengalami haid ataupun nifas maka diharamkan baginya melaksanakan ibadah. Setelah darah haid atau nifas telah berhenti kemudian diperbolehkan melaksanakan ibadah harus seperti sholat dan puasa.

Namun, sebelum melaksanakan ibadah wanita yang telah usai era haid atau nifasnya diwajibkan melaksanakan langkah mandi wajib. Hal ini sebab haid dan nifas juga di dalam golongan hadas besar.

Leave a Comment